Pernah mengalami ingin makan di tempat ternyata hanya menyediakan take away atau hanya bisa dibungkus? Sudah jauh-jauh ternyata hanya melayani take away, kalo begitu mending pesan makanan online saja. Hal tersebut mungkin pernah dialami oleh sebagian orang, namun ternyata memesan makanan online harus diperhatikan juga loh. 

Selama pandemi COVID-19 memang banyak beberapa tempat makan yang memberikan kontribusi dalam pencegahan penyebaran COVID-19 dengan memberikan kebijakan hanya melayani take away. Beberapa tempat lainnya menyediakan dine in, namun sesuai dengan protokol kesehatan. Kedua hal tersebut sama-sama baik, karena memiliki tujuan mengurangi penyebaran COVID-19.

Dengan adanya kedua kemungkinan tersebut, tentu bagi konsumen harus survey mandiri, seperti mencari tahu, tempat makan apa yang hanya menyediakan take away dan bisa untuk dine in. Namun, akan lebih baik apabila memesan makanan online. Terutama untuk kamu yang tinggal di daerah yang memiliki kasus COVID-19 terbanyak seperti, Jakarta.

Oleh karena itu penting sekali untuk memperhatikan ketika memesan makanan online di Jakarta selama masa pandemi, berikut adalah tiga tips memesan makanan online yang bisa dijadikan kebiasaan buat kamu ketika memesan makanan online.

Cashless

Adanya kontak fisik merupakan salah satu yang harus dihindari dalam masa pandemi COVID-19. Oleh karena itu, usahakan tidak menggunakan uang tunai dalam pembayaran ketika memesan makanan online.

Cashless dapat diartikan sistem pembayaran tanpa non-tunai, pembayaran tersebut bisa dilakukan dengan media elektronik seperti, dompet virtual, e-money, kartu kredit dan debit. Dengan cashless, otomatis tidak ada kontak pertukaran uang baik antara driver dengan customer, sehingga jauh lebih aman.

Beberapa layanan pesan makanan online seperti GoJek dengan fitur GoFoodnya juga menyediakan layanan cashless yaitu GoPay. Dengan begitu, menjadi lebih mudah bisa dalam satu aplikasi untuk memesan dan juga untuk membayar. 

Contact-free-delivery

Contact-free-delivery yang dimaksud seperti tidak adanya kontak secara langsung dari delivery kepada customer. Contohnya, bisa dengan memberitahu kepada delivery untuk menaruh pesanan di dekat pintu, atau digantungkan di pagar dan lain-lain. Hal tersebut sebagai bentuk pencegahan dalam adu kontak fisik dengan driver yang sudah banyak aktifitas di luar.

Layanan pesan makanan online beberapa sudah memberikan fitur chat, sehingga bukan hal yang sulit untuk menjelaskan mengenai hal tersebut, dan memberikan arahan untuk menaruh pesanan di depan pintu. Ditambah beberapa platform seperti GoJek sudah benar-benar memperhatikan kondisi driver dan memberikan informasi mengenai kondisi tubuh dalam aplikasi, sehingga customer mengetahui kondisi tubuh driver.

Membuang kemasan

COVID-19 bisa mengendap dimana saja, salah satunya plastik kemasan. Ketika memesan makanan online tentu saja akan diberikan bentuk kemasan plastik agar mudah diantarkan kepada customer, namun ternyata menurut beberapa penelitian salah satunya NEJM artikel, mendeteksi virus pada plastik akan mengendap selama 3 hari dan menurut studi Lancet menjelaskan bahwa mereka dapat mendeteksi virus pada plastik yaitu hingga 7 hari.

Oleh karena itu, wajib bagi kita yang memesan makanan online membuang kemasan plastiknya, untuk menghindari adanya virus yang mengendap di plastik. Pastikan setelah membuang plastik kemasan makanan, harus langsung membersihkan dan mencuci tangan dengan sabun agar tidak ada virus yang menempel di tangan.

Itu dia tiga tips memesan makanan online, kita tidak pernah tahu driver mengitari Jakarta kemana saja dan kita tidak pernah tahu bahwa driver pernah bersentuhan dengan orang yang positif atau tidak. Oleh karena itu wajib untuk tetap waspada dan menjaga kesehatan dengan tiga tips yang sudah diberikan.